Peserta didik DILARANG membawa kendaraan bermotor ke sekolah
ALL Berita


  • Presiden: Guru Berperan Penting dalam Pendidikan Karakter Bangsa Hari Guru Nasional

    Presiden Joko Widodo dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menghadiri puncak peringatan Hari Guru Nasional 2015 di Istora Senayan, Jakarta, (24/11/2015). Sekitar 12.500 guru dari berbagai wilayan Indonesia menghadiri acara tersebut. Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengatakan, guru berperan penting dalam pendidikan karakter bangsa. “Saya mengajak semua pihak untuk menggunakan momentum Hari Guru Nasional untuk menyadari peran penting guru dalam pendidikan karakter bangsa. Guru adalah agen perubahan karakter bangsa,” kata baca lengkap

  • Mendikbud: Manfaatkan Simposium Guru dengan Menjadi Guru Pembelajar

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan membuka Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan sebagai salah satu kegiatan dalam Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2015. Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2015 berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, hari ini, Senin (23/11/2015). Mendikbud berharap, simposium ini bisa dimanfaatkan oleh para guru sebagai ajang menjadi guru pembelajar dalam memberikan bekal kepada peserta didik. “Tugas kita yang pertama dan utama adalah belajar. Di dalam proses belajar. guru juga belajar, menghasilkan karya dan menghasilkan baca lengkap

  • Budaya Menabung Hendaknya Jadi Gaya Hidup Pelajar

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak beberapa waktu lalu gencar mengampanyekan membangkitkan kembali budaya menabung. Budaya menabung penting dimulai sejak dini agar dapat mendidik anak untuk mampu mengendalikan diri dalam bersikap konsumtif dan belajar untuk dapat membelanjakan uang yang dimilikinya secara bijak.Kegemaran menabung memang besar manfaatnya sebagai bekal untuk masa depan. Peribahasa hemat pangkal kaya hendaknya terus-menerus didengungkan untuk mendorong para pelajar agar bersemangat menyisihkan sebagian uang sakunya untuk ditabung. Selain itu budaya menabung juga hendaknya baca lengkap

  • Tikus Juga Jago Mengendus Bom seperti Anjing

    Dibutuhkan waktu satu hari penuh bagi dua orang yang memiliki tenaga terlatih untuk mengenali semua ranjau di suatu area yang memiliki luas sekitar 185 meter persegi. Namun, jika pekerjaan tersebut diserahkan kepada sepasang tikus, penyelesaiannya dijamin jauh lebih cepat. Dengan bobot yang cukup ringan sehingga tak memicu ledakan saat mereka menginjakkan kaki, kedua binatang pengerat itu hanya membutuhkan waktu dua jam untuk menemukan semua ranjau. Di Tanzania, terdapat sebuah organisasi bernama Apopo. Mereka telah berhasil melatih bayi tikus untuk mengendus baca lengkap

  • Peserta Uji Kompetensi Guru Per Hari Ini Sudah Capai 61%

    Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan, jumlah peserta uji kompetensi guru (UKG) khusus jalur dalam jaringan (daring) atau online, sudah mencapai 1.529.820 orang per hari ini, Selasa (17/11/2015). Itu berarti sudah 61 persen guru yang menjalani uji kompetensi secara daring, dari total 2.587.253 orang.   Khusus hari ini, Selasa (17/11/2015), ada 63.588 guru yang menjalani uji kompetensi di 2.976 tempat uji kompetensi (TUK). Pranata mengatakan ada beberapa daerah yang belum memulai uji kompetensi baca lengkap

  • Ilmuwan Muda Indonesia tak ingin sains dianaktirikan

    Berapa banyak anak Indonesia yang bercita-cita menjadi ilmuwan, peneliti atau bahkan astronot? Dan berapa yang berusaha mencapainya dengan mempelajari sains di perguruan tinggi? Sepertinya tidak banyak. Data pemerintah tahun 2013 menunjukkan hanya tiga persen mahasiswa yang memilih bidang sains dari 19.000 program studi di perguruan tinggi negeri dan swasta. Firly Savitri termasuk di antara mereka yang mencintai sains dan bercita-cita menjadi ahli astrofisika atau kosmologi. Namun cintanya sempat mati suri. Ketertarikannya pada sains jadi hilang saat mendapat baca lengkap

  • Sebelum Ada Gadget, 10 Hal ini Begitu Berarti

    Kita lebih susah kalau ketinggalan gadget dari pada dompet, benar kan? Tanpa dompet kita bisa pinjam uang sana sini, tapi kalau nggak ada smartphone atau tablet di tangan maka mati kutu deh rasanya. Yup, keberadaan benda satu ini memang lebih dari apa pun. Alasannya sendiri tentu saja kita bisa melakukan apa pun hanya dengan mengetuk-ngetuk layarnya. Mulai dari bersosialisasi, menonton film, pacaran bahkan jualan sekalipun. Sayangnya, keberadaan gadget sendiri justru makin memudarkan banyak hal-hal asyik yang dulu sering kita lakukan. Misalnya kita bisa bercanda riang baca lengkap