Peserta didik DILARANG membawa kendaraan bermotor ke sekolah
ALL Berita


  • Menilik Keindahan Batik Tulis Usia 95 Tahun

    Seni batik tulis akan selalu menjadi kebanggaan Indonesia. Seperti yang dilakoni oleh galeri Apik Jakarta yang dengan bangga memamerkan sebuah karya anak bangsa dengan batik tulisnya kali ini di Plaza Radio Dalam 3A, Jakarta Selatan. Galeri yang telah melakoni gelaran selama 43 kali ini bangga bisa menunjukkan karya batik tulis berusia 95 tahun. Dikatakan Direktur Galeri Apik, Rahmat, sekitar ratusan pengunjung pun sudah meleburkan rasa penasarannya dengan melihat batik tulis tersebut. "Usia batik yang dipamerkan tertua berusia 95 tahun, yaitu jenis batik tulis asli Oey Soe baca lengkap

  • Museum Nasional Rayakan Hari Jadi ke-237

    Museum Nasional, sebagai museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara merayakan hari jadinya ke-237 pada 24 April 2015. Hari jadi Museum Nasional ke-237 mengangkat tema “Museums for a Sustainable: Museum Nasional dan Peran Komunitas”. Dalam nuansa yang sama, Museum Nasional juga menggelar acara untuk menyambut Hari Museum Internasional yang jatuh pada tanggal 18 Mei mendatang.   Kepala Museum Nasional, Intan Mardiana mengatakan, sebagai lembaga pelestarian warisan budaya bangsa, Museum Nasional telah melakukan kajian terkait berbagai aspek baca lengkap

  • Dulu Nyaris Putus Sekolah, Aprillyani Kini Mendunia karena Kulit Randu

    Meski sempat nyaris putus sekolah karena masalah ekonomi, Aprillyani Sofa Marwaningtyas justru berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan berhasil meraih GOLD and The Best Project 28th Mostratec Level of International in Brazil 2014. Perempuan yang lahir tanggal 21 April 1997 di Desa Kasihan, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, itu berhasil mengolah sampah kulit buah randu menjadi biopestisida. Anak pertama dari dua bersaudara ini menuturkan, awalnya pada tahun 2012, dirinya melihat pamannya yang adalah seorang petani jagung sedang melapisi tanah dengan abu agar subur. Namun, baca lengkap

  • Bagaimana Indikator Siswa Bisa Lulus SNMPTN Tahun Ini?

    Dekan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Bambang Hero Saharjo, menjelaskan bahwa peringkat akademis dan perfoma masing-masing sekolah menjadi indikator lulus atau tidaknya peserta Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) melalui jalur undangan. "Peserta SNMPTN yang tidak menyertakan rekomendasi dari sekolah tidak akan diproses lebih lanjut, terutama untuk rekomendasi seni, keterampilan, dan olahraga," ujar Bambang, pekan lalu.Dalam ketentuan khusus SNMPTN mengenai persyaratan siswa pelamar dinyatakan, selain harus memiliki Nomor Induk baca lengkap

  • Gempa Nepal, Apa Pelajaran yang Bisa Dipetik Indonesia?

    Apa arti gempa Nepal bermagnitudo 7,8 pada Sabtu (25/4/2015) bagi Indonesia? Gempa yang hingga saat berita ini diturunkan menewaskan 2.000 orang itu seharusnya bukan hanya menjadi tontonan dan memicu keprihatinan, tetapi juga menjadi bahan pelajaran. Gempa Nepal merupakan gempa dangkal. Pusat gempanya hanya 15 kilometer dari permukaan tanah. Gempa dangkal di daratan itu memang cenderung lebih mematikan.  Goncangan gempa di Nepal tinggi, mencapai 9 MMI. Tingginya goncangan gempa akibat wilayah sekitar Kathmandu yang terbentuk dari lapisan tanah lunak yag dahulu adalah danau baca lengkap

  • Ini Penyebab Kulit Lebih Cepat Alami Penuaan

    Seiring bertambahnya usia, kulit seseorang tentunya mengalami perubahan. Penuaan dapat terlihat jelas ada bagian wajah dengan banyaknya kerutan atau keriput dan kulit yang tak lagi kencang. Penuaan pada kulit karena faktor usia ini tak dapat kita hentikan. Namun, banyak faktor lain yang menyebabkan penuaan pada kulit lebih cepat. Mulai dari faktor lingkungan hingga kebiasaan seseorang mengernyitkan dahi. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Heru Nugraha mengungkapkan, orang yang sering mengernyitkan dahi, misalnya ketika berpikir, akan lebih cepat membentuk garis-garis baca lengkap

  • Siswa Belajar di bawah Ancaman Longsor

    Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma'arif Nipis, Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang terpaksa belajar di bawah ancaman tanah longsor. Kondisi tersebut menyusul kerusakan talut sekolah yang tergerus longsor pada Kamis (23/4/2015) sore. Pascakejadian itu, lantai dan tembok ruang kelas mengalami keretakan. Para siswa pun harus menggeser bangku dan meja menjauh dari titik retak saat belajar lebih aman jika terjadi longsor susulan. "Tembok dan lantai retak-retak. Sebetulnya takut belajar di kelas, takut kalau tiba-tiba longsor lagi," baca lengkap