Peserta didik DILARANG membawa kendaraan bermotor ke sekolah
ALL Berita


  • Bagaimana Indikator Siswa Bisa Lulus SNMPTN Tahun Ini?

    Dekan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Bambang Hero Saharjo, menjelaskan bahwa peringkat akademis dan perfoma masing-masing sekolah menjadi indikator lulus atau tidaknya peserta Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) melalui jalur undangan. "Peserta SNMPTN yang tidak menyertakan rekomendasi dari sekolah tidak akan diproses lebih lanjut, terutama untuk rekomendasi seni, keterampilan, dan olahraga," ujar Bambang, pekan lalu.Dalam ketentuan khusus SNMPTN mengenai persyaratan siswa pelamar dinyatakan, selain harus memiliki Nomor Induk baca lengkap

  • Gempa Nepal, Apa Pelajaran yang Bisa Dipetik Indonesia?

    Apa arti gempa Nepal bermagnitudo 7,8 pada Sabtu (25/4/2015) bagi Indonesia? Gempa yang hingga saat berita ini diturunkan menewaskan 2.000 orang itu seharusnya bukan hanya menjadi tontonan dan memicu keprihatinan, tetapi juga menjadi bahan pelajaran. Gempa Nepal merupakan gempa dangkal. Pusat gempanya hanya 15 kilometer dari permukaan tanah. Gempa dangkal di daratan itu memang cenderung lebih mematikan.  Goncangan gempa di Nepal tinggi, mencapai 9 MMI. Tingginya goncangan gempa akibat wilayah sekitar Kathmandu yang terbentuk dari lapisan tanah lunak yag dahulu adalah danau baca lengkap

  • Ini Penyebab Kulit Lebih Cepat Alami Penuaan

    Seiring bertambahnya usia, kulit seseorang tentunya mengalami perubahan. Penuaan dapat terlihat jelas ada bagian wajah dengan banyaknya kerutan atau keriput dan kulit yang tak lagi kencang. Penuaan pada kulit karena faktor usia ini tak dapat kita hentikan. Namun, banyak faktor lain yang menyebabkan penuaan pada kulit lebih cepat. Mulai dari faktor lingkungan hingga kebiasaan seseorang mengernyitkan dahi. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Heru Nugraha mengungkapkan, orang yang sering mengernyitkan dahi, misalnya ketika berpikir, akan lebih cepat membentuk garis-garis baca lengkap

  • Siswa Belajar di bawah Ancaman Longsor

    Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma'arif Nipis, Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang terpaksa belajar di bawah ancaman tanah longsor. Kondisi tersebut menyusul kerusakan talut sekolah yang tergerus longsor pada Kamis (23/4/2015) sore. Pascakejadian itu, lantai dan tembok ruang kelas mengalami keretakan. Para siswa pun harus menggeser bangku dan meja menjauh dari titik retak saat belajar lebih aman jika terjadi longsor susulan. "Tembok dan lantai retak-retak. Sebetulnya takut belajar di kelas, takut kalau tiba-tiba longsor lagi," baca lengkap

  • Indonesia Butuh Banyak Sarjana Teknik!

    ndonesia terkenal sebagai surga investasi dunia. Tingginya jumlah sumber daya manusia dan kekayaan alam yang melimpah, juga tawaran menggiurkan tentang harga tenaga kerja produktif yang kompetitif, menjadi alasan utama para investor dunia menanamkan modalnya di sini.  Sayangnya, di tengah perkembangan industri dan teknologi yang semakin pesat, Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia kompeten, terutama di sarjana bidang engineering. Padahal, mereka merupakan penggerak utama dunia industri.  Berdasarkan riset Said Didu pada 2011, pasokan sarjana baca lengkap

  • Di Universitas Queensland, Tulang Manusia Jadi Koleksi Perpustakaan

    Sekolah Biomedis (SBMS) Universitas Queensland (UQ) akan melengkapi fasilitas perpustakaan kerangka mereka dengan menambah satu lagi fasilitas serupa pada akhir tahun ini. Koleksi unik ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai warga Australia kontemporer dan memungkinkan mahasiswanya mempelajari spesimen tulang yang sebenarnya.   Saat ini belum pernah ada fasilitas perpustakaan kerangka yang khusus mengoleksi spesimen tulang manusia Australia untuk digunakan demi kepentingan riset oleh pakar biologi. Di perpustakaan tulang kerangka ini tersimpan koleksi berbagai baca lengkap

  • R.A. Kartini Pelopor Emansipasi Wanita Indonesia

    Raden Ajeng Kartini atau lebih dikenal Ibu Kartini merupakan keturunan keluarga terpandang Jawa. Dia lahir 21 April 1879, dimana adat istiadat masih kukuh dipegang oleh masyarakat, termasuk keluarganya. Satu hal yang diwariskan dari keluarganya adalah pendidikan. Ya, Kartini pernah merasakan bangku sekolah hingga tamat pendidikan dasar. Karakternya yang haus akan ilmu pengetahuan membuatnya ingin terus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Sayangnya, ayahnya tidak memberikan izin Kartini melanjutkan sekolah. Mengetahui sikap ayahnya, Kartini sebenarnya sedih. baca lengkap