Peserta didik DILARANG membawa kendaraan bermotor ke sekolah
ALL Berita


  • Hari Guru Nasional Jadi Topik Hangat Dunia

    Hari Guru Nasional 2014 menjadi topik hangat dunia di situs jejaring sosial. Dan hari ini, (25/11/2014), Hari Guru tidak hanya menjadi trending topic di Indonesia, melainkan menjadi trending topic dunia, atauWorldwide Trending Topic. Twitter, sebuah situs jejaring sosial, setiap hari membuat urutan peringkat mengenai tema-tema apa saja yang menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Tema hangat yang banyak diperbincangkan tersebut disebut trending topic. Banyak tokoh masyarakat atau lembaga yang mengucapkan Selamat Hari Guru baca lengkap

  • Hari Guru Nasional 2014 dan HUT PGRI Ke-69 Guru, Kunci Pencapaian Revolusi Mental

    -Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2014 (HGN), dan Hari Ulang Tahun Guru Republik Indonesia ke-69 (HUT PGRI), dengan menerapkan konsep revolusi mental melalui bidang pendidikan. Penerapan itu mengingat peranan pendidikan sebagai kunci utama peningkatan kualitas manusia Indonesia. Tema HGN 2014, dan HUT PGRI ke-69 adalah Mewujudkan Revolusi Mental Melalui Penguatan Peran Strategis Guru. Kemdikbud mencatatkan sebanyak 3,1 juta guru yang mengajar sekitar 53 jutaan peserta didik di tahun 2014. Revolusi mental merupakan baca lengkap

  • Selamat Hari Guru Nasional!

    Pemerintah Republik Indonesia menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 yang dikuatkan oleh Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Tanggal tersebut juga merupakan hari lahirnya Persatuan Guru Indonesia (PGRI).  Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Dr Sulistiyo pada sambutannya mengatakan, guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, serta mengevaluasi peserta baca lengkap

  • 10 Ribu Guru Ikuti Jalan Santai Memperingati Hari Guru

    Memperingati hari guru tanggal 25 November 2014, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengadakan acara jalan santai di Kawasan Monumen Nasional (Monas) Minggu (23/11/2014). Acara tersebut di ikuti oleh 10 ribu guru dari seluruh sekolah di DKI Jakarta, serta sekolah di kepulauan seribu. Acara yang dibuka dengan sambutan dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP) Syawal Gultom yang mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan. “Mudah-mudahan melalui acara ini bisa baca lengkap

  • TEKNIK UNTUK MEMUPUK KEMANDIRIAN ANAK

    Di penghujung tahun 2013, ada sebuah artikel yang memantapkan sikap saya atas pandangan umum “ibu adalah pekerjaan paling penting di dunia.” Dalam artikel itu, ada seorang anak yang ingin berhenti dari SMA karena ia merasa punya bakat menggebuk drum. Si anak ingin mengejar ambisinya menjadi seorang rock star bersama teman-temannya. Melihat anaknya yang ingin meninggalkan pendidikannya, apa yang dilakukan sang ibu? Si ibu mengizinkannya. Anak itu adalah Dave Grohl yang sempat dikenal sebagai drummer band Nirvana, dan kini terkenal baca lengkap

  • Menelusuri Konsep Brilian Pendidikan Anak Bangsa

    Ki Hadjar Dewantara menjelaskan jika pendidikan sebaiknya sebaiknya mencakup aspek cipta (kognitif), rasa (afektif) dan karsa (psikomotorik).Konsep ini semakin populer di dunia pendidikan sejak diperkenalkan oleh Bloom melalui Taxonomynya. Sebenarnya kita harus bangga karena bahwa Bapak Pendidikan kita, Ki Hadjar Dewantara, jauh lebih awal daripada Bloom memperkenalkan tiga konsep pendidikan tersebut. Melalui Tamansiswa yang lahir pada tahun 1922, Bapak Pendidikan Nasional  kita telah membuat tiga konsep (cipta, rasa dan karsa) tersebut jauh lebih awal dari Bloom yang baca lengkap

  • Kurikulum pendidikan sarana aktualisasi diri

    Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan kurikulum pendidikan di sekolah harus mampu menjadi sarana aktualisasi diri para remaja sehingga energi yang tersimpan dapat berkembang ke arah positif. "Kurikulum harus diubah ke arah yang lebih mengajak para pelajar untuk berpartisipasi, dengan begitu angka kenakalan remaja dapat ditekan. Kurikulum kita saat ini sudah tidak aman dan ramah bagi anak-anak," katanya di Jakarta, Kamis. Menurut dia, segala sesuatu yang dimiliki oleh remaja senantiasa harus disalurkan dan baca lengkap