Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H , Mohon Maaf Lahir Bathin
ALL Berita


  • 11 Tahun Kelola Klinik MIPA, Ratusan Siswa Jadi Juara Matematika

    Berkiprah di dunia matematika selama 11 tahun dan menghasilkan juara-juara matematika baik nasional dan internasional, adalah bukti bahwa kepedulian terhadap bidang pendidikan tidak selalu dari sisi formal. Setidaknya hal tersebut dilakukan oleh penggagas dan pendiri Klinik Pendidikan MIPA atau yang lebih dikenal dengan KPM, Ridwan Hasan Saputra. Pria kelahiran tahun 1975 ini mulai mendirikan KPM di Ciomas, Bogor, Jawa Barat, sejak 2003 silam. Dari 2004 hingga 2013, KPM berhasil mengantarkan anak-anak didiknya memperoleh 85 medali emas, 134 medali perak, dan 251 medali perunggu di baca lengkap

  • PTN Jamin Akses Pendidikan Bagi Masyarakat

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendukung transformasi perguruan tinggi swasta (PTS) menjadi perguruan tinggi negeri (PTN), untuk memperluas akses masyarakat dalam mendapat layanan pendidikan. Hal tersebut terbukti dengan lahirnya 36 PTN, yang baru didirikan maupun hasil transformasi PTS sejak tahun 2009. “Pentingnya transformasi PTS menjadi PTN adalah untuk memberikan akses yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, terutama yang kurang mampu untuk mendapatkan layanan pendidikan,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, baca lengkap

  • Pendidikan karakter di Indonesia banyak hambatan

    Hingga kini masih banyak hambatan dalam merealisasikan nilai-nilai pendidikan karakter di sekolah di Indonesia, kata Ketua Konsorsium Nasional Pengembangan Sekolah Karakter Susanto. "Capaian realisasi pendidikan karakter di Indonesia masih minim," kata Susanto di Jakarta, Sabtu. Dia mengungkapkan hasil pantauan Konsorsium Nasional Pengembangan Sekolah Karakter 2014 menunjukkan masih banyak hambatan dalam merealisasikan nilai-nilai karakter di sekolah. Beberapa hambatan itu di antaranya kompetensi tenaga pendidik terkait pendidikan karakter masih rendah, sedikit baca lengkap

  • SBY pamit di twitter ucapkan permintaan maaf

    Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan permohonan diri dan permintaan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia terkait akhir masa jabatannya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. "Sesungguhnya dengan segala kekurangan yang kami miliki, kami ingin berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara, salam sayang kami," kata Yudhoyono dalam akun twitter pribadinya @SBYudhoyono yang dipantau ANTARA News di Jakarta, Senin pagi pukul 06.30 WIB. Yudhoyono juga menyampaikan permintaan maaf bila selama 10 tahun memimpin ada tutur kata dan perilaku yang tidak baca lengkap

  • Bagaimana Mengatasi Kecanduan Game Pada Anak

    Coba, pernahkah kita bertanya secara spesifik kenapa anak dan remaja bahkan orang dewasa kecanduan game? Mungkin jawaban sederhananya adalah game itu mengasyikan dan seru-seru model permainannya. Sekilas jawabannya baik dan masuk akal. Tetapi yang berkembang belakangan ini game sudah lebih jauh dari sekedar seru dan asyik. Ada apa disana dan kenapa lebih asyik? Karena sekarang disana ada kehidupan dan dunianya sendiri, atau mudahnya ada “alamnya” sendiri. Kita akan pelajari kenapa anak dan remaja begitu kerajingan sesuatu yang namanya game, dan apa dampak bahaya baca lengkap

  • Kemdikbud Berikan 25 Penghargaan Anugerah Peduli Pendidikan 2014

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) kembali  memberi penghargaan kepada pihak-pihak yang dinilai memiliki kesadaran, komitmen, dan kepedulian terhadap dunia pendidikan. Sebanyak 25 penghargaan akan diberikan dalam Anugerah Peduli Pendidikan (APP) 2014 untuk mengapresiasi pihak-pihak yang telah memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan melalui berbagai cara sepanjang tahun 2014. Pemberian penghargaan APP 2014 akan diberikan kepada  individu, komunitas, atau lembaga yang turut andil dalam pembangunan pendidikan. Tahun ini merupakan baca lengkap

  • Dikenal Sebagai Kota Pendidikan, Angka Buta Aksara di Yogyakarta Masih Tinggi

    Angka buta aksara di Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY ) masih tinggi. Pada tahun 2014 ini tercatat 14 persen atau sekitar 266 ribu dari 1,9 juta warga DIY yang berusia lebih dari 15 tahun masih dalam kondisi buta aksara. Namun jika rentang usia diperpendek yaitu usia 15-59 tahun, maka yang masih dalam kondisi buta aksara 7,14 persen atau 66.079 dari 1,5 juta jiwa. “Kenyataan itu cukup menggelisahkan mengingat DIY dikenal sebagai kota pendidikan. Karenanya, kita telah bersepakat dengan lima kabupaten dan kota di DIY unuk menerunkan angka buta aksara itu hingga dibawah lima baca lengkap