Peserta didik DILARANG membawa kendaraan bermotor ke sekolah
ALL Berita


  • Lagi, Indonesia Rebut Emas Olimpiade Matematika Tingkat SD Se-Asia!

    Nixon Widjaja (11), siswa Sekolah Kristen IPEKA, kembali meraih medali emas dan The Best Theory pada 11th International Mathematics and Science Olympic (IMSO) di Bali, 5–11 Oktober 2014. Nixon, pelajar SD IPEKA Sunter I, itu menyingkirkan 233 peserta asal Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Brunei, India, Kazakhstan, Thailand, Sri Lanka, China, Taiwan, Nepal, Afrika Selatan, dan Vietnam. "Sebelumnya cukup kesulitan dalam mengartikan soal karena menggunakan bahasa Inggris, sedangkan sehari-harinya saya menggunakan bahasa Indonesia. Tapi, bersyukur baca lengkap

  • KETERLIBATAN ORANGTUA DAN EFEKNYA KE PRESTASI ANAK

    Berdasarkan pengamatan penulis, akhir-akhir ini semakin banyak siswa mengikuti bimbingan belajar atau bimbel. Peserta bimbingan belajar saat ini tidak hanya terbatas pada siswa SMA yang tengah mempersiapkan diri mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, namun juga siswa SMP dan SD. Menurut penulis, fenomena tersebut terjadi karena beberapa hal, seperti kurangnya penguasaan orang tua terhadap materi yang sedang dipelajari anak ataupun kurangnya waktu orang tua untuk terlibat dalam pendidikan. Oleh karena itu, para orang tua saat ini cenderung mendorong anaknya mengikuti bimbingan belajar baca lengkap

  • Generasi muda kurang peduli naskah kuno

    Perpustakaan Nasional (Perpusnas), menyatakan generasi muda Indonesia kurang peduli dan tidak mengenal lagi naskah dan sastra kuno yang memiliki nilai sejarah dan ilmu pengetahuan tinggi. "Ketidakpedulian generasi muda terhadap naskah kuno ini disebabkan keterbatasan akses untuk mempelajari naskah kuno," kata Deputi Bidang Pengembangan Bahan Perpustakaan Perpusnas, Welmin Sunyi Ariningsih, di Jakarta, Sabtu. (Baca juga: Perpusnas koleksi 10 ribu naskah kuno Nusantara) Menurut dia, selama ini pengetahuan generasi muda hanya didapatkan dari mata pelajaran baca lengkap

  • Cara Astra International Majukan Dunia Pendidikan

    PT Astra International Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim (YPA-MDR), menyerahkan 5 gedung SD Negeri hasil renovasi, 1 gedung SMP Negeri, dan 1 rumah pintar di Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan. Dari siaran resmi yang diterima KompasOtomotif (23/10/2014), acara seremonial dilakukan Rabu (22/10/2014), berupa penyerahan sekolah beserta sarana pendukungnya oleh Direktur PT Astra International Tbk Paulus Bambang Widjanarko Santoso kepada Bupati Pacitan H. Indartato. Bantuan program dari PT Astra baca lengkap

  • 11 Tahun Kelola Klinik MIPA, Ratusan Siswa Jadi Juara Matematika

    Berkiprah di dunia matematika selama 11 tahun dan menghasilkan juara-juara matematika baik nasional dan internasional, adalah bukti bahwa kepedulian terhadap bidang pendidikan tidak selalu dari sisi formal. Setidaknya hal tersebut dilakukan oleh penggagas dan pendiri Klinik Pendidikan MIPA atau yang lebih dikenal dengan KPM, Ridwan Hasan Saputra. Pria kelahiran tahun 1975 ini mulai mendirikan KPM di Ciomas, Bogor, Jawa Barat, sejak 2003 silam. Dari 2004 hingga 2013, KPM berhasil mengantarkan anak-anak didiknya memperoleh 85 medali emas, 134 medali perak, dan 251 medali perunggu di baca lengkap

  • PTN Jamin Akses Pendidikan Bagi Masyarakat

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendukung transformasi perguruan tinggi swasta (PTS) menjadi perguruan tinggi negeri (PTN), untuk memperluas akses masyarakat dalam mendapat layanan pendidikan. Hal tersebut terbukti dengan lahirnya 36 PTN, yang baru didirikan maupun hasil transformasi PTS sejak tahun 2009. “Pentingnya transformasi PTS menjadi PTN adalah untuk memberikan akses yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, terutama yang kurang mampu untuk mendapatkan layanan pendidikan,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, baca lengkap

  • Pendidikan karakter di Indonesia banyak hambatan

    Hingga kini masih banyak hambatan dalam merealisasikan nilai-nilai pendidikan karakter di sekolah di Indonesia, kata Ketua Konsorsium Nasional Pengembangan Sekolah Karakter Susanto. "Capaian realisasi pendidikan karakter di Indonesia masih minim," kata Susanto di Jakarta, Sabtu. Dia mengungkapkan hasil pantauan Konsorsium Nasional Pengembangan Sekolah Karakter 2014 menunjukkan masih banyak hambatan dalam merealisasikan nilai-nilai karakter di sekolah. Beberapa hambatan itu di antaranya kompetensi tenaga pendidik terkait pendidikan karakter masih rendah, sedikit baca lengkap