Kalender Akademik SMAN 21 Jakarta 2019/2020 download
Berita DetailALL POSTS
  • Awal 2015, Ribuan Pejabat DKI Resmi Dilantik

    Membuka 2015, Pemprov DKI Jakarta melakukan perombakan besar-besaran terhadap seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sekitar 4000-an PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dilantik baik dengan posisi baru maupun posisi lama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/1).

    Dari hasil Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), dari sebanyak 8.011 struktur jabatan baik eselon I, II, III, dan IV, kini hanya ada 6.511 saja. Hal tersebut berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 12 tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Laksana (Ortala). Dari jumlah tersebut sedikitnya ada 1.500 perampingan yang dilakukan.

    Dari jumlah itu pula, masih ada struktur jabatan yang belum terisi sebanyak 1.835 jabatan. Salah satunya karena wakil lurah dikosongkan. Nantinya juga ada tahap seleksi berikutnya atau apabila dianggap tidak perlu, maka akan ditiadakan.

    Hal tersebut juga berdasarkan Keputusan DPRD nomor 37 tahun 2014 tanggal 30 Desember 2014 dan Keputusan Gubernur nomor 2208-2327 tahun 2014 tanggal 31 Desember 2014 tentang pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian dalam dan dari jabatan pimpinan tinggi pratama, administrasi, dan pengawas di lingkungan Pemprov DKI.

    "Ini bukan jabatan struktural, tapi bagaimana cara melayani masyarakat. Tiga bulan akan kami evaluasi. Kami tidak beri kesempatan berdiam diri seperti dulu," kata Basuki usai melantik.

    Basuki mengatakan, di Jakarta terdapat sekitar 60.000 staf yang tidak mendapatkan posisi. Dengan demikian, perombakan ini juga bertujuan untuk memberi kesempatan kepada mereka yang belum pernah mendapatkan posisi.

    "Ini sama seperti kami, bahwa warga DKI akan menghukum kami dengan ditolak warga karena tidak dipilih lagi," katanya.

    Basuki menuturkan, pelantikan massal ini sengaja digelar di awal tahun karena tanggal 2 Januari 2015 ini merupakan hari kerja pertama di tahun 2015. Selain itu, pihaknya juga tidak ingin lagi mendengar pejabat DKI yang setelah dicopot baru melapor kesulitan-kesulitan yang dihadapi seperti ditekan, diperas, dan sebagainya.

    "Mulai hari ini, seluruh yang dilantik tidak ada ranking jabatan. Termasuk staf. Laporkan pada kami kalau diperas atau diteken siapapun. Karena DKI membutuhkan yang terbaik dari yang terbaik," ujarnya.

    Secara simbolis, Basuki pun menyematkan tanda pelantikan kepada beberapa perwakilan pejabat eselon. Diantaranya adalah Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede, Jakarta Utara rustam Effendi, Jakarta Barat Anas Effendi, Jakarta Selatan Syamsuddin Noor, Jakarta Timur Bambang Musyawardana, serta Bupati Kepulauan Seribu Tri Joko Widodo (Jokowi) Margianto. Dari kelima Walikota dan satu Bupati, hanya Walikota Jakarta Selatan dan Barat saja yang masih merupakan pejabat lama.

    Selain itu beberapa pejabat eselon II yang diganti juga diantaranya adalah Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda yang digantikan Ika Lestari Aji, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta digantikan oleh Benjamin Bukit, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta digantikan oleh Arie Budhiman, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang sebelumnya dijabat Arie digantikan oleh Purba Hutapea, serta Kepala Dinas Pelayanan Pajak digantikan oleh Agus Suradika.

    Pejabat eselon II yang akhirnya tidak memiliki posisi alias non-job juga sedikitnya ada belasan orang. Diantaranya adalah mantan Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta, Iwan Setiawan. Selain itu pejabat eselon II yang masuk ke Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) juga ada mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) I Made Karmayoga serta mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar.

    Keluhan Gubernur
    Sebelumnya, Rabu (31/12), Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama memberikan pengarahan kepada para pejabat eselon II yang dilantik pada 2 Januari 2015 ini. Dalam kesempatan itu, Basuki mengeluarkan segala keluhan kepada para pejabat eselon II yang akan dirombak tersebut. Hal tersebut tampak seperti menjadi refleksi akhir tahun 2014 yang dilakukan Basuki kepada para anak buahnya. Ia menyampaikan, dirinya tidak bisa menunggu lama untuk menyelesaikan segala permasalahan di Ibu Kota.

    "Ini mungkin Bapak Ibu ada yang kaget karena distafkan. Apakah ada salah? Ada pertanyaan begitu. Saya bilang, Bapak Ibu tidak salah, persoalannya ada dorongan dari bawah selama 2 tahun saya di sini (DKI), saya tidak bisa menunggu," kata Basuki dalam arahannya yang dilaksanakan di Balai Agung, Rabu (31/12).

    Alasan tidak bisa menunggu yang dimaksud Basuki, karena dirinya merupakan orang politik yang tidak akan bisa tinggal lama dalam mengubah wajah Jakarta. Ia mengatakan, dirinya lebih baik salah menstafkan orang daripada salah mengangkat orang.

    sumber : http://www.beritasatu.com/aktualitas/237501-awal-2015-ribuan-pejabat-dki-resmi-dilantik.html

    photo by http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/3384/1/mutasi.pns.dki.era.ahok?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktpwp